Jumat, 24 Juli 2020

Persiapan Pelaksanaan Ibadah Qurban 1441 H



Hari Raya Idul Adha 1441  Hjatuh pada tanggal 31 Juli 2020 bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1441 H. Seperti biasanya Masyarakat khususnya umat Islam antusias dan menyambut nya dengan penuh bahagia serta penghayatan dari Ibadah Qurban tersebut. Oleh karena itu selepas jumat tadi siang 24 Juli 2020, diadakan rapat di Masjid Nurul Huda Kampung Darek.

Rapat di buka oleh Wali Jorong Kampung Darek, Seusai shalat jumat Pukul 13:15, bertempat di Masjid Nurul Huda Kampung Darek.

Dihadiri Oleh Wali Jorong, Imam Khatib, Urang Tuo 7 Suku, Ketua Pemuda, Pengurus Masjid dan beberapa tokoh Masyarakat lainnya.

Hasil kesepakatan Rapat Pada Siang tersebut adalah:
1. Membentuk Panitia  Qurban 1441 H
2. Panitia 12 Orang bertugas untuk semua Proses Qurban dari awal hingga selesai Pembagian Daging Qurban. Selain Panitia yang ditunjuk tidak dibenarkan terlibat.
3. Untuk Pemotongan Hewan Qurban di gawai oleh Imam Khatib Masjid.
4. Membuat Seragam Khusus Panitia Qurban.

Rapat ditutup oleh Wali Jorong pada pukul 14:07 Wib.
Informasi sementara, Insha Allah akan ada 6 ekor Hewan Qurban  pada Masjid Nurul Huda Jorong Kampung Darek.

Demkianlah yang dapat kami informasikan kepada keluarga di kampung maupun di Perantuan.

Terimakasih telah berkunjung di web Jorong kampungdarek.com

Kamis, 16 Juli 2020

Pesta Budaya Tabuik di Pariaman Ditiadakan

Walikota Pariaman Genius Umar bersama KAN Pasa dan KAN V Kota Air Pampan diskusi usai rapat penundaan Tabuik tahun 2020 di Ruangan Walikota Pariaman, Kamis (16/7). Foto: Yuhendra. 
Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pasa dan V Koto Air Pampan telah sepakat untuk tahun 2020 ini pesta budaya tabuik Pariaman ditiadakan. Karena, untuk antisipasi penyebaran Covid-19 saat pesta budaya yang dilaksanakan setiap bulan muharram itu.

"Kami baru saja melaksanakan rapat KAN Pasa dan V Koto Air Pampan tentang Tabuik tahun 2020 ini, dari hasil rapat itu dapat kesepakatan Tabuik tahun ini ditunda hingga tahun depan," kata Ketua KAN Pasa, Firman Zuhri Darab usai rapat di Balaikota Pariaman, Kamis (16/7).

Ia mengatakan, penundaan itu berdasarkan kondisi saat ini wabah covid-19 masih sangat mengkawatirkan. Karena, saat prosesi Tabuik dilaksanakan biasanya ratusan ribu orang akan datang ke Pariaman walaupun itu tidak diundang.

"Kita tahu kalau saat Tabuik itu akan mengundang orang banyak, datang dari berbagai daerah. Untuk menghindari penularan covid-19 kami sepakat ditunda saja tahun depan," katanya Firman.

Kesekapatan itu telah dibicarakan bersama dengan KAN, Tuo Tabuik berserta Pemerintahan Kota Pariaman, dimana kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diselengarakan mulai dari tanggal 1 Muharram hingga 10 Muharram.

Pesta budaya anak nagari Pariaman itu, selain acara puncak juga ada beberapa kegiatan budaya-budaya lainya. Kegiatan ini bahkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan ke Pariaman.

Sementara itu, Walikota Pariaman Genius Umar menyambut baik keputusan dua KAN tersebut. Karena pada dasarnya, Pesta Budaya Tabuik ini merupakan agenda dari masyarakat tersebut, yang disokong oleh pemerintahan Kota Pariaman.

"Kami atas nama pemerintah menyambut baik atas keputusan tokoh masyarakat kita, karena melihat kondisi pandemi covid-19 masih belum kondusif, mereka sepakat menunda Tabuik Tahun ini," kata Walikota.

Ia menyampaikan, jika tabuik dipaksakan dilaksanakan tahun ini. Takutnya Kota Pariaman yang saat ini sudah dinyatakan zona hijau bisa terdampak lagi oleh Covid-19 ini. Mengingat begitu banyaknya orang yang datang ke Pariaman saat perhelatan itu.

"Jangan sampai nanti setelah tabuik ini Kota Pariaman menjadi sumber pertumbuhan covid-19 baru," katanya.

Walaupun Tabuik tahun ini tidak diselengarankan, Pemerintahan Kota Pariaman akan tetap mengelar FGD guna melaksanakan evaluasi dan persiapan pelaksanaan tabuik tahun 2021 mendatang.

"Dengan demikian, jika wabah Covid-19 ini telah hilang maka tahun 2021 nanti kita akan gelar tabuik dengan sangat meriah," katanya. (harianhaluan.com)